Terkait Dugaan Fee Lima Persen, Ketua DPRD Karawang Datangi Kejaksaan

  • Whatsapp

KarawangPos – Terkait dugaan adanya “fee” lima persen dari realisasi anggaran aspirasi atau pokok pikiran (pokir), Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar, dimintai keterangan oleh tim penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Selasa (7/6/2022) siang.

Pendi dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karawang.

Read More

Banner Iklan Sariksa

Pendi terlihat mendatangi kantor Kejari Karawang pada pukul 13.10 WIB.

Kepala Seksi Inteljen (Kasi Intel) Kejari Karawang, Tohom Hasiholan mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan ke publik terkait perkembangan proses penyelidikan dugaan adanya “fee” lima persen dari anggaran aspirasi yang tengah ditangani.

Alasannya, jelas Tohom, proses pemeriksaan masih dalam tahap penyelidikan.

“Maaf kami belum bisa memberikan informasi karena masih tahap penyelidikan. Nanti setelah masuk ke penyidikan akan kita sampaikan hasil pemeriksaan kami,” kata Tohom.

Belum ada keterangan resmi yang dapat disampaikan Ketua DPRD Karawang terkait isi materi pemanggilan dirinya oleh tim penyelidik Kejari Karawang.

Untuk diketahui, dugaan adanya “fee” lima persen pada realisasi anggaran pokir bermula saat salah satu petinggi partai berencana melakukan usulan pemberhentian terhadap dua kader partainya.

Dinilai tidak loyal dan tidak mematuhi aturan partai untuk memberikan dana operasional ke DPC sebesar lima persen atau sekitar Rp 150 juta dari dana aspirasi sebesar Rp 1 miliar, kedua kader tersebut diusulkan ke DPW dan DPP untuk dilakukan pemberhentian dari keanggotaan partai.

Banner Iklan Sariksa
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.