Diakui Ada Jual Beli Proyek, Bajuri Minta Kejaksaan Karawang Periksa Pejabat PRKP

  • Whatsapp

KarawangPos – Bukan hanya tentang pokir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang diminta menindaklanjuti dugaan jual beli proyek di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang.

Pasalnya, selain pengakuan sejumlah rekanan yang merasa sudah menyerahkan uang hingga puluhan juta untuk mendapatkan paket pekerjaan, pernyataan Sekretaris Dinas PRKP yang membenarkan adanya permintaan uang oleh pegawai THL berinisial GF dapat menjadi pintu masuk bagi Kejari Karawang untuk melakukan penyelidikan.

Read More

Banner Iklan Sariksa

“Pokir ya tetap lanjut. Namun polemik dugaan jual beli paket pekerjaan juga harus ditindaklanjuti oleh kejaksaan agar ada kepastian hukum. Kan petunjuk awalnya sudah jelas, adanya keterangan yang disampaikan pihak sekdin PRKP bahwa GF memang mengakui diduga kuat telah melakukan perbuatan (jual beli pekerjaan) seperti yang ramai diperbincangkan,”ungkap A. Bajuri, tokoh masyarakat Karawang, Selasa (7/6/2022).

Menurut Bajuri, dirinya meyakini bahwa praktik dugaan jual beli paket pekerjaan di Dinas PRKP tidak murni hanya dilakukan oleh GF. Mengingat, lanjutnya, GF hanya berstatus sebagai pegawai THL.

“Saya tidak yakin kalau GF bergerak sendiri mengingat statusnya yang hanya pegawai THL. Kalau hanya sebagai operator jual beli, mungkin lebih masuk akal. Saya meyakini ada pihak di PRKP sana yang memerintah dan merestui GF untuk melakukan transaksional dengan sejumlah pengusaha,”kata Bajuri.

Bajuri berharap, permasalahan dugaan jual beli paket pekerjaan yang terjadi di Dinas PRKP Kabupaten Karawang dapat ditindaklanjuti secara hukum oleh aparat hukum.

“Saya berharap Kejari Karawang juga bisa segera melakukan penyelidikan atas dugaan kasus jual beli paket pekerjaan di PRKP. Petunjuk awalnya sudah cukup kuat untuk dijadikan bukti awal bagi penyelidik dalam membongkar praktik jual beli pekerjaan di PRKP Karawang,”tandas Bajuri.

Sebelumnya, pada Selasa (15/2/2022) pagi, Sekretaris Dinas PRKP Karawang, H. Tatang Tiswa, akhirnya buka suara terkait dugaan jual beli paket pekerjaan yang terjadi di Dinas PRKP Karawang.

“Saat mulai ramai permasalahan tersebut, kami di dinas kemudian mengambil langkah dengan memanggil para pihak yang menjadi objek permasalahan, termasuk memanggil Kepala Bidangnya, Pak Calim,” ungkap Tatang.

Tatang menjelaskan, selain Calim, dirinya juga memanggil salah satu pegawai THL, Gilang Fabian (GF), untuk menjelaskan terkait persoalan perihal terjadinya dugaan praktik jual beli proyek yang menyeret Dinas PRKP Kabupaten Karawang.

“Intinya, diakui adanya permintaan sejumlah uang kepada beberapa rekanan yang dilakukan oleh pegawai THL kami. Namun berdasarkan keterangan Calim saat dikonfrontir bersama GF, Pak Calim mengaku tidak pernah memerintahkan GF untuk memberi janji dan meminta sejumlah uang kepada rekanan,” jelas Tatang.

Untuk diketahui, permasalahan dugaan praktek jual beli paket pekerjaan di Dinas PRKP Karawang berawal saat salah satu pengusaha mengaku geram dengan sepak terjang oknum pada Bidang Pemukiman pada Dinas PRKP Karawang.

Pasalnya, pengusaha tersebut merasa sudah menyerahkan sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah demi mendapatkan pekerjaan yang dikelola oleh Bidang Pemukiman. Namun hingga tutup tahun anggaran 2021, paket pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung dibagikan.

Banner Iklan Sariksa
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.