KarawangPos – Peringatan Hari KORPRI ke-54 di Kabupaten Karawang diwarnai protes keras. Hal itu dipicu lantaran ratusan purna ASN yang hadir di Galeri Bale Indung, Senin (1/12/2025), mengetahui uang kadeudeuh yang diterima hanya Rp7 juta, dari yang seharusnya mencapai Rp14 juta.
Ketua KORPRI Kabupaten Karawang, H. Asip Suhendar, bahkan menjadi sasaran protes. Dalam momen yang sempat memanas tersebut, seorang purna ASN tampak menunjuk-nunjuk Asip sambil menuntut kejelasan mengenai pemotongan besaran kadeudeuh.
“Yang dulu-dulu juga 14 juta. Ini kenapa jadi 7 juta? Sisanya ke mana?” ujar Asep, purna ASN asal Kecamatan Jatisari.
Sejumlah peserta lain juga menyuarakan hal serupa. Mereka menilai ketidaksesuaian nominal ini menimbulkan pertanyaan besar dan merusak rasa keadilan, terutama karena informasi sebelumnya menyebutkan nominal Rp14 juta sudah menjadi kebiasaan pada periode sebelumnya.
Situasi makin memanas ketika para purna ASN mengancam akan melaporkan persoalan ini kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jika tidak ada penjelasan yang transparan dan langkah penyelesaian dari pihak KORPRI maupun Pemerintah Kabupaten Karawang.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris KORPRI Karawang, Gerry S. Samrodi, menjelaskan bahwa besaran Rp7 juta diputuskan berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia pada tahun ini.
“Ini bukan dari iuran bulanan selama mereka menjadi ASN. Ini hanya kadeudeuh, bentuk apresiasi kami. Karena mempertimbangkan efisiensi anggaran, hanya bisa diberikan sebesar 7 juta,” terang Gerry di hadapan peserta.
Hingga berita ini diturunkan, suasana masih memanas. Para pensiunan menolak opsi penurunan dana menjadi Rp7 juta dan tetap menuntut hak mereka dibayarkan penuh sesuai perjanjian awal.
Mereka juga mengatakan, akan mengadukam persoalan ini kepada DPRD Kabupaten Karawang dilanjutkan kepada KDM.
“Kami menolak Rp. 7 juta tetap Rp. 14 juta. Kami akan lanjut audiensi dengan Dewan lalu Lanjut KDM,” kata Ave, pensiunan lurah Karawang Wetan.






