KarawangPos – Pemerintah mendorong pengembangan ekonomi digital untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan e-commerce akan menjadi salah satu pilar utama dalam mempercepat peningkatan produktivitas dan daya saing Indonesia di pasar global.
“E-commerce akan membuka akses finansial yang lebih inklusif serta meningkatkan produktivitas industri dalam negeri,” ujarnya dalam E-Commerce Expo 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (24/09/2024).
Menteri Zulkifli Hasan mengungkap upaya Pemerintah yang menerbitkan Permendag Nomor 31 Tahun 2023 untuk memberdayakan UMKM dan pelaku usaha dalam negeri melalui sistem perdagangan elektronik.
“Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tandasnya.
Menurut Mendag Zulkifli, transformasi digital di sektor ekonomi tidak bisa dihindari. Bahkan, sektor ini kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.
“Pemerintah berkomitmen untuk memperluas infrastruktur digital yang dapat memfasilitasi kemajuan UMKM, termasuk akses yang lebih mudah ke layanan perbankan dan keuangan,” tuturnya.
Menteri Zulkifli Hasan juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan e-commerce dan industri lokal.
“Berdasarkan penelitian, sekitar 35 persen barang yang dijual di platform e-commerce tidak terdata dengan baik, yang dapat menyebabkan potensi kerugian bagi penerimaan pajak dan merugikan produsen lokal. Saya mengingatkan pentingnya regulasi yang tegas agar e-commerce berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Mendag menekankan semua produk yang diperdagangkan melalui e-commerce harus memenuhi standar nasional seperti SNI dan memiliki izin dari BPOM, khususnya untuk produk makanan dan kecantikan.
“Dengan demikian, industri e-commerce dapat berkembang tanpa merugikan industri lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan peluang ekonomi digital. Bonus demografi dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa, sebagian besar berada di usia produktif, menjadikan Indonesia salah satu pasar digital terbesar di dunia.
“Jika kita bekerja sama dengan satu visi, Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mencapai status negara maju pada 2045,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Zulkifli mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi secara erat dalam mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi digital.
“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya.
Acara E-Commerce Expo 2024 juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, serta Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Rifan Ardianto. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mengembangkan ekosistem e-commerce yang kuat dan berdaya saing global.
Acara ini juga diramaikan pelaku industri digital, perwakilan dari UMKM, dan penggiat teknologi. Berlangsung selama dua hari, 24-25 September 2024, E-Commerce Expo mengusung tema “Accelerating the Path Forward, Together,” yang menekankan kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekonomi digital di Indonesia.
E-Commerce Expo 2024 menghadirkan lebih dari 70 pakar industri, 300 pengambil keputusan, serta menargetkan lebih dari 2.000 peserta. Acara ini menjadi wadah bagi pelaku usaha, asosiasi, peritel, serta penggiat teknologi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan membangun sinergi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.






