KarawangPos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Kabupaten Karawang Dalam Angka tahun 2023 dengan mengusung tema ‘Sinkronisasi Data Statistik Sektoral dengan Menerapkan Prinsip-Prinsip Satu Data Indonesia’ di Hotel Delonix Karawang, Selasa (21/2/2023).
Kepala BPS Kabupaten Karawang, Robert Ronytua Pardosi mengatakan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas data sektoral yang akan dipublikasikan dalam buku ‘Karawang dalam Angka 2023’. Serta memberikan pemahaman kepada OPD atau instansi terkait mengenai pentingnya data statistik sebagai sarana evaluasi dan perencanaan pembangunan.
“Salah satu wujud dan harmonisasi tersebut adalah publikasi Kabupaten Karawang dalam Angka tahun 2023. Publikasi ini berisikan berbagai macam data dan informasi penting yang berasal dari BPS dan Kementerian, Lembaga Dinas dan Instansi yang ada di Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Dijelaskannya, BPS bertugas menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas, lengkap, akurat, mutakhir, berkelanjutan, dan relevan bagi pengguna data. Data dan informasi statistik yang berkualitas ini dapat menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan dalam menyusun perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang, Wahidin menuturkan, guna mendukung pembangunan dan menyongsong revolusi industri 4.0, Karawang dalam Angka sangat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Diskominfo sebagai wali data, telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 67 Tahun 2021. Untuk itu melalui Diskominfo sebagai wali data dan BPS sebagai pembina, bisa melakukan validasi data tanpa ada dualisme data,” ujarnya.
Sehingga, kata dia, kebijakan pembangunan bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi, tantangan pemerintah semakin besar seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.
“Kita berharap, kegiatan Fokus Grup Discussion ini menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan publikasi yang berkualitas, yang nantinya akan membantu pemerintah,” ungkapnya.
“Disamping itu, perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan dapat menjawab permasalahan daerah memerlukan data yang berkualitas, akurat, lengkap, relevan, berkesinambungan, dan terkini yang bersumber dari berbagai OPD,” tambahnya.






