KarawangPos – Banjir menerjang empat kecamatan di wilayah Kabupaten Karawang. Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, Tirtamulya dan Banyusari.
Akibat banjir tersebut, sedikitnya 1.828 jiwa terpaksa harus mengungsi.
Kepala Seksi (Kasie) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rachmat menjelaskan, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan luapan sungai Cibeet, Cilamaya dan Citarum.
“Warga masyarakat yang rumahnya terdampak bencana banjir mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga yang belum mengalami kebanjiran,” ujar Hadi, Senin (13/12).
Hadi memastikan, BPBD Jabar berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karawang untuk asesment para korban. Kata dia, mereka bersiaga untuk evakuasi korban di lokasi banjir sekaligus menyiapkan logistik makanan dan kebutuhan kesehatan.
“Proses assesment masih berlangsung,” katanya.
Hadi menyampaikan saat ini pihaknya sudah menyiapkan tim untuk mengantisipasi kebencanaan.
Sebelumnya, BMKG sudah memperingatkan musim hujan ekstrem di Jabar akan terjadi sampai Januari 2022. Sejumlah peralatan baru bahkan sudah disiapkan di sejumlah titik rawan bencana.






