Tiru Singapura, Airlangga Ingin RI Punya Bank Emas

  • Whatsapp

KarawangPos – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ingin Indonesia bisa memiliki bank emas (bullion bank) seperti Singapura.

“Jadi kita tidak perlu ‘memarkir emas’ di Singapura, di bullion bank Singapura dan kemudian di-towing (tarik) oleh industri jewellery kita,” ungkap Airlangga di acara peluncuran Buku Pembiayaan UMKM, Kamis (11/11).

Read More

Ia mengatakan keinginan ini muncul karena menyadari bahwa selama ini pemilik emas di Indonesia, baik industri dan individu, kerap menyimpan emas di bank emas Singapura. Alasannya beragam, mulai dari keamanan hingga penghindaran pajak pertambahan nilai (PPN).

“Sekarang kan yang terjadi begitu, karena ‘hindarkan PPN’ maka barang diekspor ke Singapura dalam bentuk emas dan masuk ke tanah air untuk dikerjakan sebagai cost of fund manufacturing dan diekspor kembali, sehingga nilai daripada emas itu dititip di bullion bank negara tetangga,” jelasnya.

Masalahnya, kondisi ini menimbulkan ketidakefisienan bagi industri karena harus bolak balik menyimpan di Singapura lalu menariknya lagi ke dalam negeri. Selain tidak efisien, hal ini juga membuat ada keuntungan yang ‘tercecer’ di luar negeri.

Padahal, menurutnya, semua ini bisa lebih efisien kalau Indonesia memiliki bank emas sendiri. Apalagi, sambungnya, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu penghasil emas terbesar di dunia dengan beberapa pemain.

Mulai dari PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Merdeka Copper Gold Tbk, hingga PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Bila ekosistem dari hulu ke hilir ini tercipta, maka ia yakin Indonesia bisa menjadi pemain besar di rantai pasok emas.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *