KarawangPos – Kembali, pembelian kendaraan dinas baru di masa Pandemi Covid-19 untuk Bupati dan Wakil Bupati Karawang mendapat sorotan publik, salah satunya datang dari elemen sosial LSM Barisan Rakyat (BARAK) Indonesia.
Ketua BARAK Indonesia, D. Sutedjo Ms, menyebut dirinya tidak aneh jika usulan yang disampaikan pihak eksekutif di dalam pembahasan Tahun Anggaran 2020 untuk pembelian kendaraan dinas baru untuk kepala daerah, Bupati dan Wakil Bupati Karawang, akan mudah terealisasi.
“Hari ini faktanya baik eksekutif maupun legislatif, ya dikuasai Partai Demokrat. Bahwa fakta Ketua DPRD Karawang yang juga merangkap sebagai Ketua Banggar dijabat oleh Pendi Anwar, tetap saja secara kepartaian beliau bawahan Cellica, yang hari ini menjabat sebagai Bupati Karawang,”sebut Sutedjo, Sabtu (25/9).
Artinya, lanjut Sutedjo, tidak menutup kemungkinan apa yang menjadi usulan, atau kata lainnya aspirasi dari Bupati Karawang akan mudah terealisasi tanpa pembahasan mendalam di Banggar DPRD Karawang.
“Legislator di Banggar DPRD harus tetap berpedoman dong saat membahas anggaran. Apa yang menjadi visi misi bupati, kemudian mana kegiatan yang tertuang di dalam RPJMD, mana belanja-belanja yang menjadi skala prioritas daerah. Jangan di tengah pandemi, malah lolos usulan pembelian kendaraan dinas mewah untuk kepala daerah. Tapi kembali lagi, seperti yang sudah saya sampaikan. Walaupun faktanya Pendi menjabat sebagai Ketua DPRD dan Ketua Banggar, Pendi itu ya tetap saja bagian dari Partai Demokrat yang hari ini diketuai Cellica,”kata Sutedjo.
Terkait dinamika perbedaan pendapat di tubuh legislatif perihal pengadaan mobil dinas baru untuk kepala daerah, menurutnya adalah hal lumrah yang pasti terjadi.
“Perbedaan pendapat di legislatif antara Indriyani dengan Natala terkait mobil dinas baru bupati dan wakil bupati itu hal lumrah. Namun yang menjadi pertanyaan saya, dimana rasa sense of crisis Indriyani. Jangan bicara aturan dong, karena saya rasa masyarakat Karawang juga sudah pintar dengan aturan yang dia maksud. Kemudian Natala, jangan bicara peniadaan atau penundaan setelah mobilnya ada. Apa upaya yang sudah dilakukan beliau?, tegas Sutedjo.
Masih menurut Sutedjo, seharusnya sebagai Ketua DPRD dan Ketua Banggar, Pendi Anwar lebih peka terhadap keadaan sosial di tengah pandemi Covid-19 dengan cara membangun komunikasi dengan pihak eksekutif, terutama kepada Bupati Karawang, agar rencana pembelian mobil dinas baru bisa ditunda.
“Kan mereka satu partai, meski berdasarkan kepartaian Cellica adalah Ketua DPC, tapi kalau urusan yang berkaitan dengan penggunaan uang rakyat mestinya Pendi Anwar bisa menyampaikan, harus berani mengingatkan Bupati terhadap situasi sekarang dari pada harus tetap meloloskan anggaran untuk membeli mobil baru,”kata Sutedjo.
Sutedjo mengingatkan, khususnya kepada teman-teman DPRD Karawang, agar ke depan bisa lebih peka membahas dan mengesahkan anggaran yang pro rakyat.
“Yang diserap harus aspirasi masyarakat, karena dewan kan wakil rakyat. Jangan aspirasi pihak eksekutif seperti saat ini, yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan terkesan menghambur-hamburkan uang negara,”tandas Sutedjo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dapat disampaikan oleh Ketua DPRD Karawang. Saat coba dihubungi melalui staff di ruang kerjanya, Pendi Anwar dikabarkan sedang menjalani pemulihan paska operasi.






