KarawangPos – Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Karawang terbilang cukup tinggi. Bahkan per Minggu, (11/7), 52 warga meninggal dunia akibat Covid-19.
Angka itu disampaikan Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, sebelum menggelar rapat koordinasi penanggulangan penyebaran Covid-19, di Gedung Singaperbangsa, Senin (12/7).
Akan hal itu, Cellica mengajak masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan PPKM Darurat agar pasien positif corona yang meninggal tidak semakin banyak.
“Saat ini angka kematian akibat Covid-19 rata-rata 20 orang per hari. Ini sangat memprihatinkan,” kata Cellica.
Menurutnya, setelah Kementerian Kesehatan mengumumkan adanya penyebaran varian Delta di Karawang, jumlah warga yang positif corona semakin banyak. Covid-19 menyebar begitu cepat dan pasien sulit ditanggulangi.
Cellica menyebut banyak pasien positif corona di Karawang yang saturasi oksigennya di bawah 90 tetapi tidak bisa mendapatkan ruang perawatan khusus Covid-19 di rumah sakit.
Padahal, Karawang memiliki 25 rumah sakit swasta dan dua rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan 1.354 ranjang perawatan khusus Covid-19 dan 75 ruang ICU.
“Tapi kami tetap kewalahan menangani lonjakan kasus positif Covid-19 ini. Lonjakan kasus positif Covid-19 naik sampai 700 persen dengan angka positivity rate 16,1 persen dan mortality rate 3,6 persen,” kata Cellica.
Dia berharap, warga yang berusia muda bertahan di rumah sambil menjaga orang tuanya masing-masing agar tidak positif corona. Melalui PPKM darurat Pemerintah ingin menolong warga sebanyak-banyaknya agar selamat dari sebaran Covid-19.
“Bayangkan kalau sehari bertambah 500 orang positif, dan anggap 20 persen atau 100 orang sesak berat, berapa warga yang wafat. Sementara pasien yang di rumah sakit begitu masuk tidak langsung keluar, ada yang berhari-hari dirawat. Kalau sehari ada penambahan 400 pasien positif, dalam seminggu ada 2.800 orang, sedangkan kebutuhan bed terbatas,” kata Cellica.
Dijelaskan pula, dengan banyaknya pasien positif corona yang meninggal dunia, Pemkab Karawang kini kekurangan stok peti jenazah untuk kasus Covid-19.
Dari 400 stok yang disiapkan pemerintah, 200 peti sudah disalurkan ke kecamatan-kecamatan, sedangkan sisanya 200 peti masih dibuat pihak vendor penyedia peti jenazah untuk Covid-19.
“Yang 200 sisanya ini masih on process. Tidak bisa langsung disalurkan. Mungkin vendornya kewalahan karena yang memesan tidak hanya Kabupaten Karawang saja,” kata Cellica.
Untuk mengatasi kelangkaan peti jenazah untuk pasien positif corona, pihaknya kini menggandeng pengusaha kayu lokal.
“Kami libatkan tukang kayu dari Kecamatan Rawamerta, Telagasari, dan Jatisari. Semua yang punya usaha bidang perkayuan kami libatkan dan kami dampingi sesuai dengan standarisasi,” ujarnya.






