KarawangPos – Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19, Rumah Sakit Khusus Paru (RSKP) Kabupaten Karawang mendirikan sejumlah tenda darurat.
“Itu sebagai persiapan kalau memang ada lonjakan yang terpapar. Kita sudah siapkan tenda transit ruangan. Insya Allah mulai besok sudah bisa difungsikan secara maksimal,” kata Direktur RSKP Karawang, dr. Annisah, Senin (12/7).
Ia mengungkapkan, sebanyak 2 tenda dipasang di halaman rumah sakit. Masing-masing tenda disiapkan 10 tempat tidur, dimana setiap tendanya dilengkapi juga dengan beberapa fasilitas lainnya.
“Kita juga lengkapi dengan beberapa fasilitas lainnya, ada filter udara, Air Conditioner (AC), toilet portable, kamar mandi portable, juga kita sediakan televisi agar pasien lebih terhibur,” paparnya.
“Dan karena letaknya dihalaman rumah sakit, pasien diharapkan bisa cepat sembuh, karena mereka bisa langsung berjemur, senam terapis dan lainnya,” ujar Annisah.
Menurutnya, ketersediaan Bed di RSKP sudah penuh, bahkan saat ini masih ada sekitar 9 orang pasien yang menunggu (waiting list, Red). Oleh karenanya, pihaknya tidak memikirkan soal anggaran. Yang terpenting, kata Annisah, masyarakat dapat terlayani terlebih dahulu.
“Kita tidak memikirkan soal anggaran, apakah akan dibayar oleh Kementerian Kesehatan atau tidak, yang penting masyarakat terlayani dulu. Tenda-tenda ini inisiatif kami saja, karena kasihan sama masyarakat dari pada mereka harus meninggal dirumah,” jelasnya.
Dikatakannya, tenda transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) ini masuk ke dalam Zona Merah yang dikhususkan hanya untuk pasien. Hal ini demi menjaga agar keluarga pasien tidak tertular.
“Tenda-tenda ini masuknya zona merah yang dikhususkan pasien, keluarga pasien tidak boleh masuk, karenanya kita menggunakan PO (Pengantar Orang) untuk menjaga keluarga agar tidak tertular. PO ini sudah kita bekali dengan pengetahuan tentang Covid-19, sehingga keluarga pun akan merasa sangat terbantu,” terang Annisah.
“Kami berharap, tenda transit dengan segala fasilitasnya ini bisa memaksimalkan kami memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada lagi pasien yang “waiting list”, sehingga semua cepat tertangani dan mereka bisa pulang dengan kondisi sehat kembali,” pungkasnya.






