KarawangPos – Rencana Pemkab Karawang menyiapkan 100 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk diberikan kepada seluruh warga Karawang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terancam gagal.
Plt. Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Danilaga, pada Jumat (9/7), mengaku belum tahu jika Pemkab Karawang memiliki program bantuan 100 ton beras untuk warga Karawang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Kami belum menerima secara bulat kaitan dengan program ini. Artinya, kita juga sedang mempersiapkan program ini, segala sesuatunya, terutama regulasinya,” kata Danilaga.
Dia menjelaskan, untuk menggunakan beras yang alokasinya dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) harus terlebih dahulu dikomunikasikan dengan Kementerian Sosial.
Karena menurutnya, beras CBP itu peruntukannya untuk bencana alam, sementara Covid-19 itu, lanjut Dani, adalah bencana sosial.
“Jadi harus jelas regulasinya dan harus ekstra hati-hati untuk melaksanakan perintah kepala daerah. Kalau bencana alam sangat dimungkinkan beras cadangan kita digunakan oleh Pemda, tapi sejauh ini kami belum melihat regulasi penggunaan beras CBP untuk Covid-19,” ujarnya.
Disoal kemudian, apakah program beras 100 ton yang akan digulirkan Pemkab Karawang terancam gagal, Danilaga pun membantah ragu.
“Engga, kita harus tetap mengamankan program bupati, namun kita juga harus berkoordinasi dengan Dinsos Propinsi untuk regulasinya seperti apa,” tandasnya.
Terlebih, dikatakan Dani, memberikan 100 ton beras untuk PPKM Darurat bagi Dinsos adalah waktu yang terlalu sulit untuk merealisasikannya. Pasalnya, pihaknya harus menghitung berapa data warga yang terkonfrimasi Covid-19.
“Betul itu untuk PPKM Darurat tapi kita harus hati-hati dengan data, saya, Dinsos berkewajiban untuk mengamankan program Pemda namun menunggu regulasi. Yang penting program itu tetap berjalan hanya tinggal menunggu waktu, meski pun itu terealisasinya sesudah PPKM Darurat, itu tidak jadi masalah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Karawang tengah menyiapkan 100 ton beras untuk diberikan kepada seluruh warga Karawang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana.
“Untuk bantuan, kami (Pemkab Karawang) sudah menyiapkan kurang-lebihnya 100 ton beras buat teman-teman (warga Karawang, red) yang melakukan isolasi mandiri. Bantuan beras untuk yang mandiri,” sebut Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana kepada wartawan, Minggu (04/07).






