KarawangPos – Penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga di Kabupaten Karawang kembali meningkat usai libur panjang Lebaran Idul Fitri 1442 H.
Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadina mengatakan, saat ini klaster keluarga sangat diwaspadai karena dalam beberapa hari ke belakang terdeteksi ada tiga keluarga yang terpapar Covid-19 dan kondisinya sangat memprihatinkan.
“Harus diwaspadai ini klaster keluarga,” ujar Cellica, melalui akun media sosial resminya, Senin (31/5).
Dengan adanya kasus ini, pihaknya sudah melakukan upaya 3T (testing, tracing dan treatment). Terutama, terhadap pasien yang bergejala setelah kontak dengan keluarga yang terpapar.
Cellica menyebut, sebaran klaster keluarga tersebut terdapat di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Kutawaluya, Telagasari dan Cilamaya.
Di Kecamatan Kutawaluya, satu keluarga terdiri dari suami, istri dan seorang anak, meninggal dunia. Kemudian, petugas melakukan tracing dan testing, hasilnya 17 dari 97 kontak erat dengan pasien yang meninggal dunia tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Untuk di Kecamatan Telagasari, dua orang meninggal dunia terdiri dari suami dan istri. Serta, 14 lainnya positif Covid-19 setelah petugas melakukan tracing dan testing.
Bahkan, khusus di Telagasari ini tracing dan testing terus dilakukan pada hari ini. Mengingat, sebelum meninggal dunia pasangan suami istri ini sempat menggelar halal bi halal lebaran.
Untuk yang di Kecamatan Cilamaya, terdapat klaster keluarga dengan 7 orang yang positif. Setelah sebelumnya ada 9 orang yang dilakukan tracing dan testing.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk melaporka karyawannya yang mudik dan yang bebas Covid-19,” ujarnya.






