Ketupat, Santapan Lebaran Kaya Makna

  • Whatsapp

Tradisi kumpul bersama keluarga besar saat Hari Raya Idul Fitri, biasanya akan dibarengi dengan makan bersama. Salah satu hidangan yang tidak pernah absen saat Lebaran adalah ketupat.

Ketupat seakan menjadi santapan wajib setiap merayakan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Sebagai pelengkap, umumnya makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus janur hijau kekuningan ini disantap bersama opor ayam yang lezat nan gurih.

Read More

Namun, di tiap daerah di Indonesia juga memiliki sajian berbahan ketupat khasnya tersendiri. Seperti ketupat sayur khas Betawi, ketupat glabed khas Tegal, ketupat kandangan dari Kalimantan Selatan, hingga ketupat kapau dari Sumatera Barat.

Namun siapa sangka, ketupat bukan hanya sekadar kuliner Lebaran saja. Tapi ada sejarah dan filosofi yang mendalam di balik makan ketupat saat Lebaran bagi masyarakat Indonesia.

Sejarah Ketupat Lebaran di Indonesia – Menurut sejarawan dari Universitas Padjadjaran Bandung, Fadly Rahman, yang dikutip dari laman Kompas.com menjelaskan; awalnya ketupat jauh dari tradisi Islam maupun Lebaran. Justru ketupat sudah ada sejak masa pra-Islam dan tersebar di Asia Tenggara dengan berbagai nama yang berbeda.

Bahkan sebelumnya masyarakat agraria di Indonesia memiliki tradisi tersendiri tentang ketupat, yaitu dengan menggantung ketupat pada tanduk kerbau. Tradisi ini dilakukan sebagai ucapan syukur karena panen yang telah dihasilkan.

Tidak berbeda jauh dengan kepercayaan zaman dulu, saat ini masyarakat Indonesia masih melakukan tradisi menggantungkan ketupat. Hanya saja, menggantungkan ketupat kosong dengan harapan menolak pengaruh negatif yang masuk.

Meskipun begitu, ternyata makan ketupat saat Lebaran juga dipengaruhi oleh ajaran Sunan Kalijaga. Lebih tepatnya berlangsung sejak masa syiar Islam pada abad ke-15 hingga abad ke-16. Kala itu, ada dua cara yang dilakukan Sunan Kalijaga selama berdakwah di Demak, yaitu dengan Bakda Lebaran dan Bakda cilik; atau dikenal sebagai Bakda Kupat.

Singkatnya, Bakda Lebaran dilakukan saat hari pertama Idul Fitri, yaitu dengan berdoa dan silaturahmi. Keesokannya dilanjutkan dengan Bakda Kupat, yaitu membuat ketupat lalu membagikannya kepada kerabat dekat sebagai simbol kebersamaan dan saling berbagi.

Dari situlah kemudian Sunan Kalijaga mulai mengenalkan “ketupat” sebagai makanan khas Lebaran di Indonesia hingga saat ini. Meskipun berawal dari Jawa, namun kepopuleran ketupat semakin luas. Bukan hanya di Indonesia, ketupat telah menyebar hingga Singapura, Malaysia, hingga Brunei.

Tentu saja dikenalnya ketupat hingga negara tetangga beriringan dengan penyebaran agama Islam yang luas. Selain itu, hal ini juga sekaligus mengenalkan tradisi di Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri, yaitu menyajikan ketupat.

Filosofi dan Makna Mendalam Ketupat Lebaran – Seorang antropolog Indonesia menafsirkan jika ketupat adalah simbol solidaritas sosial. Atau bisa dibilang ketupat menggambarkan hubungan timbal balik antara manusia; memberi dan menerima.

Bahkan ada sejarah menyebutkan jika beras dalam ketupat menggambarkan nafsu, dan janur; atau jatining nur, sebagai hati nurani dalam bahasa Jawa. Sehingga, bisa diartikan makna ketupat adalah manusia diharapkan menahan nafsu dunia dengan hati nurani.

Lain lagi jika kita maknai ketupat dalam bahasa Sunda. Ketupat; atau dikenal kupat, berarti tidak mengumpat, atau berbicara hal buruk pada orang lain.

Sedangkan dalam bahasa Jawa, ketupat merujuk pada “ngaku lepat”, yang berarti mengaku salah. Jadi, kita harus meminta maaf jika melakukan kesalahan pada siapa saja. Hal ini jelas sangat berkaitan erat dengan momen Idul Fitri.Makna Bentuk Ketupat – Sementara itu, bentuk ketupat yang ikonik melambangkan arah kiblat, dan kemenangan umat Islam yang sempurna. Sedangkan untuk bentuk anyamannya melambangkan keharusan kita sebagai manusia untuk saling mengingat tali silaturahmi.

Di sisi lain, makna bentuk ketupat juga bisa diambil dari laku papat, atau empat laku. Hal ini menggambarkan; Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

Lebaran (dari kata: lebar), berarti pintu maaf telah terbuka lebar atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Luberan (luber); atau dikenal dengan melimpahi, artinya memberikan sedekah atau amal pada orang yang membutuhkan.

Leburan (lebur) yang dimaknai saling memaafkan atas semua kesalahan. Laburan (diambil dari bahasa Jawa: labur) yang berarti bebas dari dosa manusia, atau menyucikan diri.

Jadi, ketupat tidak hanya menjadi pelengkap saat momen Lebaran saja. Di balik santapan yang nikmat, ternyata menyimpan makna yang mendalam bagi muslim di Indonesia.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *