Siswa Tidak Bisa Ikut Ujian, Anggota DPRD Jabar : Saya Ikut Prihatin

  • Whatsapp

KarawangPos – Anggota DPRD Provinsi asal Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap seorang siswa yang dilarang mengikuti Ujian Sekolah hingga terancam akan di Drop Out (DO) oleh pihak sekolah di Kecamatan Pedes, Karawang.

Menurutnya, pihak sekolah harus memberikan hak pada siswa untuk tetap mengikuti ujian, mengingat situasi ditengah wabah pandemic Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Read More

“Mengingat dampak dari wabah pandemic Covid-19 ini begitu sangat terasa terhadap semua kalangan masyarakat, hingga mempengaruhi perekonomian masyarakat menjadi sulit. Maka dari itu, pihak sekolah harus memberikan hak keringanan kepada siswa untuk ujian bahkan keringanan bayar iuran SPP,” ungkap Sri Rahayu, Kamis (29/04).

Dengan adanya kejadian yang menimpa seorang siswa yang dilarang untuk mengikuti Ujian Sekolah membuat dirinya prihatin atas kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah swasta tersebut.

“Tidak bisa dibiarkan begitu saja, sudah sepatutnya seorang siswa itu mendapatkan haknya untuk menimba ilmu. Saya ikut prihatin atas apa yang terjadi, semoga Allah SWT mudahkan,” tambah dia.

Sebelumnya, Dedeh (50), ibu kandung siswa, langsung mencurahkan perasaan pilunya sebagai seorang ibu yang mendapati anaknya dilarang untuk mengikuti UAS. Kesedihannya semakin menjadi saat mengaku mendapat kabar yang menyebutkan bahwa putra bungsunya itu bakal terancam di DO.

Dedeh mengaku sudah tidak sanggup untuk melunasi seluruh tunggakan sekolah anaknya yang perkirakan mencapai Rp 4.525.000,-.

“Bukan saya tidak mau bayar iurannya untuk anak saya, tapi apa daya dengan keadaan saya seperti ini. Jujur, saya tidak punya uang sebanyak itu,” ungkap Dedeh, Rabu (28/04).

Saat ini, keluarganya hanya bisa berharap akan hadirnya sebuah keajaiban sang maha kuasa untuk nasib putra bungsunya guna tidak dikeluarkan dari sekolahnya dan berharap anaknya bisa mengikuti  UAS di sekolahnya hingga dapat dinyatakan lulus dari SMK ITENAS Pedes.

“Kepada pihak sekolah, saya mohon bantuan keringanannya untuk anak saya. Tegar harus tetap bisa ikut ujian supaya lulus dan bisa mencari pekerjaan sebagai pegawai pabrik di Karawang. Masalah biaya, saya tetap mengusahakannya buat nyari dulu. Biarin ijazah di tahan sama pihak sekolah sebelum dia bisa melunasi iuran yang menunggak,” harapnya.(Omp)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *