Hari Kartini, Eunike : Dengan Ilmu dan Tanggung Jawab, Wanita Jangan Kalah Sama Pria

  • Whatsapp

KarawangPos – Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini merupakan pahlawan nasional dari tanah Jawa yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita. R.A Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara kaum wanita dan pria di Indonesia.

Kartini memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat, yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879.

Read More

Penetapan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April sesuai Kepres No.108 Tahun 1964 memiliki makna mendalam bagi kaum perempuan di Indonesia. Hari tersebut menjadi momentum kebangkitan untuk mendapatkan pengakuan kesetaraan kaum hawa.

Adalah Eunike P. Rebecca Pariela, S.H., M.H., C.T.L., C.P.C.L.E., C.L.A. Wanita berdarah Ambon yang besar di Surabaya dan lulusan Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) adalah sosok wanita yang menjadi satu-satunya Legal Officer PT Pegadaian (Persero).

Wanita yang saat ini bertugas di Kanwil X Bandung merupakan wanita yang memegang penuh persamaan gender dan memiliki falsafah hidup untuk terus berjuang dan menyetarakan diri dengan kaum laki-laki.

Bertepatan dengan hari Kartini, Nike, sapaan akrab wanita ini, menceritakan bahwa untuk setara dengan pria membutuhkan proses yang cukup berat, tidak serta-merta mendapatkan pengakuan saja.

Nike mulai meniti karirnya di PT. Pegadaian Wilayah Ambon kemudian melanjutkan perjuangan karirnya di Surabaya sebagai Analis Kredit dan selanjutnya ke Kantor Pusat Jakarta yang tergabung dengan Bagian Hukum.

Selain di Pegadaian, Eunike juga memiliki pengalaman bekerja di Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pada tahun 2017 sebagai peserta Ahli Pengetahuan.

“Wanita itu kalau mau berbicara persamaan gender harus melengkapi ilmunya. Jangan menuntut haknya saja seperti laki laki tetapi tidak mau menyamakan kewajibannya, antara lain meningkatkan keilmuannya,” ujar wanita yang sudah mengambil pendidikan advokat di Surabaya ini.

Perjuangan demi perjuangan dilakukan, tak tanggung-tanggung ia dijuluki wanita seperti pria.

“Saya sering dijuluki kalau ini mah casingnya doang yang cewek’,” ungkap Nike dengan senyum khasnya.

Julukan tersebut justru membuat semangatnya semakin meningkat. Ia ingin menunjukan bahwa wanita tidak bisa diremehkan. Wanita juga bisa menangani pekerjaaan pria dengan keterbatasan yang dimiliki. Sekarang Eunike menduduki posisi sebagai Legal Officer PT Pegadaian (Persero) di Kanwil X Bandung yang pastinya memiliki peranan penting dalam mengambil keputusan. Dengan jabatan yang diperoleh, anak bungsu dari empat bersaudara ini menilai banyak pelajaran yang bisa dipetik.

“Wanita jangan sampai kalah dengan pria, caranya bekerjalah seperti pria, kembangkan keilmuan untuk mampu setara dengan pria, dan ambillah tanggung jawab pria,” tegasnya.

Yang tak kalah panting, lanjutnya, sebagai seorang wanita jangan sampai tertinggal dengan perkembangan zaman.

“Di era tehnologi seperti ini, untuk mengembangkan tingkat keilmuan semakin besar, karena pergaulan dengan siapapun bisa dilakukan. Artinya, pengembangan keilmuan tidak hanya terkungkung di area kerja, tetapi keilmuan bisa ditingkatkan dengan menjalin hubungan dengan pihak luar,” ujarnya.

Wanita yang memiliki hobi travelling dan fotografi ini menambahkan bahwa wanita harus up grade dirinya dan menambah ilmu yang up to date sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kenapa up grade ilmu penting, karena wanita memiliki kendali dalam pengembangan keilmuan anak. Jika seorang ibu tidak mampu mengikuti perkembangan anak, maka anaknya akan tertinggal. Minimal di era digital ini, perempuan memiliki satu akun sosial media (Sosmed) untuk pengembangan pengetahuannya,” pungkas Nike.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *