Bupati Sedih, Harga Gabah Produksi Petani di Karawang Anjlok

  • Whatsapp

KarawangPos – Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana merasa sedih. Kesedihan Cellica akibat harga gabah yang diproduksi petani anjlok di kisaran harga Rp 4.200 hingga Rp 4.500 per kilogramnya, dan merugikan petani di Kabupaten Karawang.

“Saat ini Karawang sedang memasuki musim panen raya. Tetapi, petani justru bersedih. Lantaran, harga gabahnya anjlok,” ujar Cellica, Minggu (4/4).

Read More

Idealnya, harga gabah petani ini di atas Rp 4.500 per kilogram. Namun, fakta di lapangan jauh dari harapan itu. Karena itu, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya program serap gabah yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian.

Apalagi, program itu bertujuan untuk menstabilkan harga gabah petani. Supaya, saat panen raya ini, harga gabah tidak mengalami terjun bebas akibat permainan para tengkulak.

Dengan adanya program serap gabah Kementan ini, lanjut Cellica, pihaknya sangat berterima kasih. Sebab, program itu dinilai bisa membantu petani. Termasuk petani yang ada di Karawang.

Untuk di Kabupaten Karawang sendiri, produksi beras 2020 mencapai 624.992 ton. Sedangkan, konsumsi beras masyarakatnya sebanyak 272.153 ton. Sehingga, perhitungannya neraca surplus 352.839 ton atau sebesar 56,45 persen.

“Kami komitmen dan konsisten menjadi daerah pensuplai pangan nasional. Kebahagiaan kami Bapak Menteri datang dengan segenap pemangku dapat kepastian menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk serap gabah. Kami sangat bahagia jika program ini bisa berjalan,” jelasnya.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *