Kepala DLHK : Sampah Paska Banjir di Perum BMI Capai 235 Ton

  • Whatsapp

KarawangPos – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengaku kewalahan untuk mengangkut sampah, khususnya sampah pasca banjir yang berada di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI), Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Terbatasnya armada pengangkut sampah menjadi alasan utama pihak DLHK Kabupaten Karawang. Akibatnya, pengangkutan sampah pasca banjir di BMI dilakukan secara bertahap.

Read More

“Karena terbatasnya armada, maka pengangkutan sampah pasca banjir di BMI dilakukan bergantian dan bertahap. Pagi angkut sampah di tempat lain, sorenya baru angkut sampah di BMI. Semuanya tetap akan kami angkut secara bertahap sampai selesai,” ungkap Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, saat dihubungi, Senin (15/2).

Dijelaskan Wawan, volume sampah pasca banjir di BMI hingga saat ini sudah 49 rit/truck, yaitu dengan perkiraan tonase 235.2 ton.

“Sampai saat ini masih terus kami angkut secara bertahap sampai bersih,” katanya.

Sementara untuk potensi sampah pasca banjir di wilayah banjir Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, pihaknya menyiapkan 15 unit truck yang masuk dengan jumlah 72 tonase. Sehingga perkiraan tonase dari kedua tempat pasca banjir tersebut mencapai 307.2 ton.

“Jumlah armada yang masuk diperkirakan 61 unit truck, dengan jangka waktu kurang lebih 14 hari untuk pengangkutannya sampai dengan selesai,” terangnya.

Wawan menegaskan, dengan keterbatasan armada saat ini pihaknya masih mengalami banyak kendala untuk mengangkut sampah umum ataupun sampah pasca banjir. Pasalnya, lanjut Wawan, volume sampah harian saat tidak banjir yang terangkut ke TPA Jalupang kurang lebih mencapai 500-600 ton, dengan jumlah armada 55 unit.

“Kewalahan, pasti. Tapi untuk tahun ini kita siasati dengan rencana sewa kendaraan pengangkut sampah,”tandas Wawan.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *