Di Karawang, 337 Orang Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

  • Whatsapp

KarawangPos – Jumlah akumulasi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karawang bertambah 95 kasus menjadi 10.910 orang.

Data pantauan Covid-19 Dinas Kesehatan Karawang pada Sabtu, (13/2), dari 10.910 kasus positif Covid-19, sebanyak 337 orang di antaranya meninggal dunia. Kemudian warga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 536 orang, dan sebanyak 10.037 orang yang dinyatakan telah sembuh.

Read More

Juru Bicara Satgas Covid-19 Karawang Fitra Hergyana mengatakan kalau hingga kini kasus positif Covid-19 di Karawang masih cukup tinggi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, pada Jumat (12/2).

Sebanyak 14 orang mengikuti proses vaksinasi tahap kedua dari 15 orang yang pada dua pekan sebelumnya menerima suntik vaksin tahap pertama.

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana mengatakan, proses vaksinasi tersebut saat ini masih difokuskan untuk tenaga medis. Sementara, yang menerima dosis kedua vaksin Sinovac yakni Dandim 0604, Kapolres, Sekretaris Daerah, dan sejumlah tokoh masyarakat dan agama. ‎Ia berharap agar proses vaksinasi selanjutnya bagi tenaga medis berlangsung lancar.

“Saat ini kita juga dihadapi bencana alam yakni banjir, tanah longsor dan puting beliung. Saya apresiasi kepada tenaga medis yang berjibaku melawan Covid-19 dan bencana alam,” tandas Bupati Cellica.

Sementara, Juru Bicara Satgas Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.KK mengatakan, tidak ada yang berbeda antara vaksin pertama dan kedua. Ia tidak merasakan efek saat vaksin dosis kedua ini masuk ke tubuhnya.

“InshaAllah vaksin ini aman dan bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Fitra.

Ia menjelaskan, sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.02.02/II/368/2021 bahwa hasil kajian vaksinasi Covid-19 dapat diberikan kepada kelompok lansia usia 60 tahun ke atas. Tak hanya itu, bagi orang yang memiliki komorbid atau penyakit lain dan penyintas Covid-19 juga diperbolehkan untuk divaksin.

“Untuk lansia di atas 60 tahun diberikan dua dosis dengan rentang waktu sejak dosis pertama 28 hari. Sementara yang memiliki Hipertensi dapat divaksin kecuali tekanan darah di atas 180/110. Dan yang memiliki diabetes juga bisa divaksin dengan syarat belum ada komplikasi akut,” ujarnya.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *