KarawangPos – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karawang terus mengalami peningkatan. Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus positif mencapai 487 kasus.
Berdasarkan data pantauan Covid-19 Kabupaten Karawang pada Minggu, (17/1), ada penambahan 118 kasus. Satu hari kemudian, pada Senin (18/1), ada penambahan 184 kasus.
Masih berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang, pada Selasa, (19/1), jumlah kasus positif mencapai titik 185 kasus.
Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.KK menyampaikan, penambahan kasus hari ini merupakan penambahan tertinggi, yakni 185 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami juga sampaikan duka kepada pasien yang meninggal. Ada 5 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 hari ini,” ujar dr. Fitra.
Ia menyampaikan, dari 8.057 kasus ini rinciannya adalah 1.121 orang dalam perawatan, sembuh 6.661 orang dan meninggal dunia 275 orang. Kasus virus corona yang tinggi di Karawang disumbang dari klaster industri dan adanya mobilitas masyarakat yang tinggi.
“Kita pernah zero patient atau nol kasus Covid-19. Pasca liburan peningkatan terlihat signifikan. Makanya sekarang kami harap agar masyarakat mengerti bahwa kasus corona ini terus meningkat. Perlu kesadaran masing-masing,” ujarnya.
Salah satu upaya yakni vaksinasi. Ia mengatakan, vaksinasi jadi salah satu kunci dan memegang peran penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 secara umum. Ia juga memastikan vaksin dan telah mendapat fatwa dari MUI bahwa vaksin aman.
Jangan takut divaksin. Vaksin aman. Mari kita sama-sama perangi Covid-19 ini, ”ujarnya.
Sebelumnya Fitra menyampaikan, Karawang termasuk ke dalam 20 kabupaten / kota di Jawa Barat yang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Terhitung sejak tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan tanggal 25 Januari 2021 Pemkab Karawang menerapkan PPKM,” kata dia.
Fitra menyampaikan agar seluruh masyarakat atau setiap orang yang berada di Karawang membatasi kegiatan di tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) dan work from office (WFO) sesuai level kewaspadaan daerah.






