KarawangPos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang menjalani vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac. Jokowi disuntik vaksin Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1) pagi.
Dalam sesi pertama proses vaksinasi, Presiden divaksinasi sebagai orang pertama kemudian disusul dr. Daeng M. Faqih, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lalu Dr. H. Amiesyah Tambunan, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga tokoh Muhammadiyah), lalu Kiai Ishom PP NU, kemudian Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, lalu Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, serta artis Rafi Ahmad.
Sesi 2 vaksinasi adalah Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, lalu Prof Dr Unifah Risyidi dari pengurus PGRI, kemudian Ronal Tapilatu dari PGI, Agustinus Heri dari KWI, I Nyoman Suarthanu dari PHDI, Partono Bhikkhu N. M dari Permabudhi dan Peter Lesmana dari Matakin.
Peserta sesi 3 vaksinasi adalah Penny Kusumastuti Kepala BPOM lalu pengusaha Rosan Perkasa, kemudian Ade Zubaedah, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia.
Berikutnya adalah Nur Fauzah (perawat), Lusy Noviani (apoteker), Agustini Setiyorini (buruh) dan Narti (pedagang).
Sebelum melakukan vaksinasi, tenaga kesehatan (Nakes) melakukan cek kesehatan kepada Jokowi terlebih dahulu.
Nakes itu juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait kesehatan Jokowi selama seminggu sebelumnya.
Satu diantaranya, nakes menanyakan apakah Jokowi pernah terpapar Covid-19.
Lalu, Jokowi berpindah ke bilik imunisasi, tempat dimana Jokowi disuntik vaksin Covid-19.
Diketahui, nakes yang menyuntikkan vaksin itu ke Jokowi, yakni Dokter Kepresidenan Prof Abdul Muthalib.
Pada kesempatan yang sama, Abdul menyampaikan Jokowi tidak merasa sakit saat vaksin ini disuntikkan.
“Setelah saya suntik, bapak tidak terasa sakit sedikit pun.”
“Jadi, tidak ada perasaan apa-apa, Alhamdulillah,” ucap Abdul Muthalib.
“Bapak (Jokowi) komentarnya sampai ke dalam, juga demikian, tanpa rasa sakit katanya,” tambah Abdul.
Sebelum menerima vaksin Covid-19, Presiden Jokowi melalui beberapa tahap seperti pencocokan identifikasi data penerima vaksin.
Selain itu, Presiden juga melalui tahap pengecekan kondisi kesehatan yang dilakukan oleh dokter kepresidenan selaku vaksinator.
Sejumlah pertanyaan seperti sempat mengalami Covid-19 dan sempat merasa sakit dalam beberapa hari terakhir juga ditanyakan oleh vaksinator.
Dokter Kepresidenan yang menjadi vaksinator Presiden Jokowi, Abdul Muthalid juga ikut memberikan pernyataan setelah berhasil menyuntik vaksin Covid-19 kepada Presiden.
Menurutnya, proses penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi berhasil ia laksanakan tanpa rasa sakit.
“Saya melakukan penyuntikan dibantu oleh perawat saya.”
“Setelah saya suntik tidak terasa sakit sedikitpun, alhamdulillah saya berhasil menyuntik presiden tanpa rasa sakit,” kata Abdul Muthalid, dikutip dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1/2021).
Disisi lain, Abdul Muthalib juga merespons soal sorotan proses penyuntikan yang dilakukannya sedikit gemetar.
Kendati demikian, tangannya yang sedikit gemetar itu tidak menimbulkan masalah saat proses vaksinasi dilakukan.
“Masalah itu (tangan gemeteran, red) tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikan, pertamanya saja agak gemeteran.”
“Selanjutnya, tidak masalah bahkan tidak ada pendarahan sama sekali,” ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono juga mengatakan, Istana telah menunjuk dokter kepresidenan untuk menyuntikkan vaksin ke Presiden.






