KarawangPos – Presiden Joko Widodo ingin memulai vaksinasi Covid-19 Cipta-cepatnya. Saat ini, pemerintah masih menunggu keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait izin penggunaan vaksin Sinovac.
Jokowi mengatakan, vaksinasi adalah salah satu cara yang dipilih pemerintah untuk merespons pandemi. Menurutnya, pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis kesehatan dan ekonomi di hampir seluruh negara.
“Kita ingin vaksinasi dimulai Ciptaan-cepatnya setelah BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat , sesuai dengan kaidah-kaidah akademis dan standar WHO,” kata Jokowi, Minggu (10/1).
Jokowi memprediksi izin penggunaan darurat akan terbit pada pekan depan. Namun, ia tidak bisa memastikan kapan izin itu dikeluarkan.
Jokowi mengatakan vaksinasi dimulai sewaktu-waktu setelah izin terbit. Akan tetapi, ia meminta masyarakat tak mengendorkan protokol kesehatan.
“Walau imunisasi vaksinasi dimulai, saya titip kita semua protokol agar kesehatan tetap dijalankan kita,” katanya.
Jokowi menyampaikan 1,6 juta orang tenaga kesehatan akan jadi prioritas vaksinasi. Kemudian dilanjut ke para anggota TNI / Polri. Setelah itu, baru vaksinasi untuk masyarakat umum.
Saat ini, Indonesia baru memiliki 3 juta dosis vaksin Covid-19. Jokowi memastikan stok akan terus bertambah setiap bulan. Pemerintah mengukur vaksinasi terhadap 70 persen penduduk atau sekitar 182 juta orang.
“Hingga akhir tahun ini, atau awal tahun depan tiba semuanya sebanyak 426 juta dosis vaksin. Insyaallah ini sudah cukup untuk namanya kawanan imunitas atau penyakit komunal,” tutur Jokowi.






