KarawangPos – Menghindari jajanan instan bagi anak dan remaja dapat mencegah dampak buruk bagi kesehatan. Selain karena proses pembuatannya yang dilakukan secara instant, atau dadakan, jajanan instan itu tentu seringkali tidak memperhatikan kandungan-kandungan nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak.
Kandungan gizi pada jajanan instan kerap mengandung kalori tinggi yang dihasilkan dari gula dan lemak, namun rendah nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral.
Selain itu, beberapa jajanan instan mengandung pewarna, pengawet, dan penyedap rasa dapat berpengaruh bagi kesehatan anak, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Resiko mengkonsumsi jajanan instan berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat jajanan instan yang tidak sehat dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan.
Contoh jajanan instan yang banyak ditemukan :
Minuman manis
Makanan cepat saji
Makanan ringan kemasan atau snack
Mie instan
Cokelat
Permen
Makanan olahan lainnya
Untuk menghindari anak mengkonsumsi jajanan instan harus ada peran aktif dari pada orang tua, salah satunya menyediakan bekalm makanan dari rumah.
Dengan membawa bekal makanan sehat dari rumah, anak-anak dapat terhindar dari jajanan instan yang bersiko tinggi untuk kesehatan.
Selain mambawa bekal makanan dari rumah yang disiapkan orang tua, jika anak ingin jajan, pilih jajanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, dan jajanan sehat lainnya.
Artikel ini dibuat oleh Fibrilliant Eka Erlina, siswi SMPN 5 Karawang Barat, dalam rangka mengikuti lomba karya menulis tingkat remaja pada Peringatan Hari PERS Nasional Tahun 2025, 02 Februari 2025






