DLH Karawang Antisipasi Volume Sampah di Momentum Natru 2025

  • Whatsapp

KarawangPos – Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengantisipasi terjadinya peningkatan volume sampah di titik-titik tertentu selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2025.

“Terjadinya peningkatan volume sampah pada musim libur panjang tentu akan menjadi perhatian. Kami terus melakukan peninjauan untuk mengambil langkah antisipasi,” kata Kepala DLH Karawang, Iwan Ridwan, Jumat (27/12/2024).

Read More

Peningkatan sampah pada momentum libur panjang Natal dan tahun baru, di antaranya bisa terjadi di destinasi wisata, terminal, rest area, stasiun kereta, rumah makan, dan lain-lain.

Ia menyebut, pihaknya menyiapkan penambahan ritasi pengangkutan sampah di sejumlah titik tertentu yang berpotensi mengalami kenaikan volume sampah pada momentum libur panjang Natal dan tahun baru.

“Jadi, kalau di titik-titik tertentu terjadi peningkatan volume sampah yang cukup besar, akan ditambah ritasi pengangkutan sampah,” katanya.

Untuk pengelola terminal bus, stasiun kereta api, SPBU, rumah makan, dan rest area, pihaknya mengimbau agar dilakukan pengelolaan sampah dengan menyediakan tempat sampah pilah organik dan nonorganik.

Sedangkan bagi pengelola wisata diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan setempat. Hal tersebut perlu dilakukan agar pihak kecamatan bisa segera menyediakan tempat pemilahan sampah di area wisata.

“Area wisata ini juga menjadi titik pantauan kami. Diharapkan para pengelola dan pengunjung wisata bisa bekerja sama dan peduli terhadap kebersihan di area wisata. Sehingga, tidak ada lagi tumpukan sampah, tetapi harus dibuang ke tempat sampah pilah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Karawang, Agus Mustaqim, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Ia mendorong agar masyarakat bisa mengelola sampah dengan mandiri. Jadi, saat menghasilkan sampah di fasilitas umum, sebaiknya sampahnya dibawa pulang. Karena ,sebenarnya sampah itu harus dikelola sendiri.

Agus mengatakan akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan pengelolaan sampah yang baik dan menjadi bernilai ekonomis secara mandiri.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *